Laman

Selasa, 13 Desember 2011

(belum ada judul)

dikamar yang tak lebih dari 4 meter
aku menjerit kesakitan seperti ditusuk jarum
dalam
dalam
aarrrggghhh sakit !
sial ! kau tembus sesukamu
syaraf-syaraf menegang dan terus berdenyut
aku tak tahu harus berbuat apa selain berdesah
kepalaku sudah pecah
badanku sudah sempoyongan
terus saja kau menggrogotiku
seenaknya membelaiku
dari leher menuju rahang kemudian pipi
ku merasakan pipiku panas
mohon berhenti !
aku sudah lelah...

-Sjr-
13 Desember 2011

Minggu, 21 Agustus 2011

Edisi GALAU

Saat galau pasti aja jadi puitis , lemes , pengennya marah-marah kaya yang lagi pms padahal enggak dan hal lainnya yang berhubungan dengan HEARTBREAK! saat itu juga pengen rasanya mencurahkan isi hati *jiiiiaahh*. Kalau lagi galau pasti langsung ambil hape terus ke memo bikin deh kata-kata yang pengen dicurahin. Inilah sebagian catatan di memo hape saya :

TANDA TANYA ?
Date : 5 Jul. 11 (Tue)
Time : 11:59

Kangen temen-temen
Date : 5 Jul. 11 (Tue)
Time : 13:18

TEMPOKEUN SIAH KU SAYAH MAH , MUN LEUNGIT TONG NYALAHKEUN SAYAH SALAHKAN MANEH SORANGAN !! Lebok tah ku maneh saseubeuhna !!! (punten ah rada kasar)
Date : 14 Aug. 11 (Sun)
Time : 14:13

Rindu ini terus menggebu
Rindu ini terus menggertak
Rindu ini terus mengguncang
Hanya bisa terobati namun tak bisa terhapuskan
Bisakah rindu ini sejenak berhenti ? agar aku mampu untuk terus membendungnya
Date : 16 Aug. 11 (Tue)
Time : 21:35

Masih harus seberapa dewasakah saya dalam menghadapinya jika kedewasaan ialah hal terpenting ?
Date : 20 Aug. 11 (Sat)
Time : 19:50

Perahu yang terombang-ambing oleh derasnya ombak pasti akan merasakan kerapuhan dan mungkin jika terus menerus terjadi, perahu itu tak akan terbuai lagi oleh indahnya ombak yang selalu menjadi tempat seharusnya ia berada.
Memang tak selamanya ombak itu deras, kadang ia damai juga tenang tapi ingin mencapai titik akhir perahu harus bertahan walaupun badai menerjang. Jika perahu itu terus merapat ke bibir mustahil ia akan mencapainya.
Ingat! jika ombak terus menerus menerjangnya kemungkinan perahu itu akan hancur berkeping-keping!
Date : 21 Aug. 11 (Sun)
Time : 05:23

Jika ini adalah sebuah penguji cobaan, kenapa harus selama ini ?!
Date : 21 Aug. 11 (Sun)

Selasa, 16 Agustus 2011

Rinduku Padamu

Rindu ini terus menggebu
Rindu ini terus menggertak
Rindu ini terus mengguncang
Hanya bisa terobati namun tak bisa terhapuskan
Bisakah rindu ini sejenak berhenti ? Agar aku mampu untuk terus membendungnya

Sabtu, 02 April 2011

Poem's by Me

Baru kali ini nulis puisi lagi setelah 3 tahun vakum *vakum cleaner maksud lo* ckckck
Sekarang tuh lagi bener-bener butuh tempat curhat, bener-bener lagi pengen mencurahkan semua sesak di hati *jiiaaahh bahasa lo!*. Yah jadi sekarang aku bikin puisi.
Puisinya gak bagus sih, ngasal ! abisnya pengen banget ngeluarin suara hati hmm ~.
Sssstt jangan bilang-bilang ya.. puisi ini dibuatnya pas bangun tidur lho, belum cuci muka, gosok gigi, wudhu dan kegiatan lainnya. Eeh tiba-tiba kepengen bikin puisi, langsung deh cari handphone dan langsung suara hati dikeluarkan.
Kayanya tiba-tiba kepengen bikin puisi gara-gara kemarin ikut lomba baca puisi deh ?? efeknya jadi begini dah ! haha. Ya sudah jangan banyak bacot, Cek it out saja :)

Asa Ku

by Siti Jihan Ruhiat - April 01 2011

Kau ada tapi tak hadir
Kau asyik dalam alunan panjang harimu
Kau bersembunyi dibalik fatamorgana

Ku disini hanya bisa termenung
Resah dan galau merasakan semua yang telah terjadi
Kepastian, itulah mau ku

Hatiku bukanlah barbel yang bisa kau naikan dan kau turunkan
Karna ku hanya ingin berada di ketinggian

Rasaku terhempas ke langit ketujuh
Dan tenggelam ke laut yang dalam

Aku tak mau hal itu terjadi
Aku tak mau kau pergi
Tapi asa ku ini seperti emas yang diterlantarkan dijalanan penuh pengemis
Tapi tak ada yang mengambil

Entahlah
Kau inginku
Tapi kau bukan mau ku


Jum'at Hanya Untuk Mereka
by Siti Jihan Ruhiat - 01 April 2011

Pagi yang cerah
Dinginnya udara
Senyum di gerbang
Membuatku semangat

Siang yang terik
Tapi awan akan menjadi abu
Sepertinya akan mengeluarkan tangisnya
Membuatku harap-harap cemas

Sore yang hujan
Aku melihatmu di sana bersama mereka
Tertawa bersama mereka
Membuatku ingin mengeluarkan air mata

Ku tak ingin melihat itu
Ku tak ingin melangkah kesitu
Ku tak suka
Ku benci

Rasa takutku selalu datang pada hari ini
Memang aku bisa bercengkrama denganmu
Tapi tak hanya denganmu
Tapi juga dengan mereka

Aku tak suka mereka
Aku sudah muak dengan mereka
Ku ingin menjerit sekeras yang aku bisa
Agar mereka pergi dan tak ada dalam pandangan mataku

Tapi kau menyukainya
Kau tertawa bersama mereka
Kau nyaman bersama mereka
Tak ada sedikit pun resah yang kau rasakan

Hari ini untukmu
Untuk mereka
Tertawalah sepuasnya
Dan aku pergi
Menangis seperti awan yang sedang hujan ini